(˘⌣˘)♥Perempuan-Perempuan Mulia di Sekitar Rasulallah SAW♥(˘⌣˘)

Kakek Nabi Muhammad SAW : Abdul Muththalib

Ayah Nabi Muhammad SAW : Abdullah

Ibu Nabi Muhammad SAW : Siti Aminah

A. Perempuan Yang Menjadi Ibu Bagi Rasulallah SAW

1. Aminah binti Wahab

2. Halimah Al-Sa’diyah

3. Barkah (Ummu Aiman)

4. Fathimah binti As’ad

B. Isteri-Isteri Rasulallah SAW

1. Khadijah binti Khuwailid r.a.

2. Saudah r.a.

3.Aisyah binti Abu Bakar r.a.

4. Maimunah r.a.

5. Hafsah binti Umar r.a.

6. Zainab binti Khuzaimah r.a.

7. Shafiyyah binti Huyay ibn Akhthab r.a.

8. Zainab binti Jahsy Al-Asadiyah r.a.

9.Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan r.a.

10. Ummu Salamah r.a.

11. Maria Al-Qibthiyah r.a.

12. Juwairiyyah binti Al-Harits r.a.

C. Putri-putri Rasulallah SAW

1. Zainab Al-Kubra r.a.

2. Ruqayah r.a.

3. Ummu Kultsum r.a.

4. Siti Fathimah Azzahra r.a.

tambahan :

Putra Rasulallah SAW

1. Abdullah r.a.

2. Ibrahim r.a.

3. Al Qosim r.a.

Sahabat Rasulallah SAW

1. Abu Bakar Shiddiq r.a.

2. Ustman bin Affan r.a.

3. Umar bin Khathab r.a.

4. Ali bin Abi Thalib r.a.

Iklan

(˘⌣˘)♥Empat Wanita Teladan Kaum Muslimah♥(˘⌣˘)

 “Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia. Mereka adalah Asiah binti Muzahim, isteri Firaun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, istri Rasulullah Saw, dan Fatimah binti Muhammad” (HR. Bukhari)

UMAT Islam tidak kekurangan sosok teladan untuk menjalani kehidupan yang diridhai Allah Swt. Demikian halnya kaum Muslimah. Sejarah Islam mencatat dengan tinta emas banyak tokoh wanita Muslimah yang menjadi sosok teladan bagi kaum Muslimah sepanjang zaman. Empat di antaranya menempati posisi teratas sebagaimana disabdakan Nabi Saw di atas.

Keempat wanita itu adalah Asyiah binti Muzahim (isteri Fir’aun), Maryam binti Imran (ibunda Nabi Isa a.s.), Khadijah binti Khuwailid (istri pertama Rasulullah Saw), dan Fatimah binti Muhammad (putri kesayangan Nabi Saw).

SITI ASYIAH

Siti Asyiah adalah simbol teladan bagi wanita beriman yang tetap mempertahankan keimanannya kepada Allah (istiqomah), meskipun menjadi istri seorang yang tidak beriman kepada Allah Swt (Fir’aun). Ini teladan bagi kaum Muslimah yang –karena kondisi yang “terpaksa”— harus menjadi istri seorang pria yang tidak saleh, bahkan tidak beriman sekalipun.

Kesabaran adalah kunci keberhasilan Asyiah menjadi salah satu “penghulu kaum wanita”. Meyakini Allah Swt selalu memberi yang terbaik dan pasti ada hikmah di balik semua peristiwa, termasuk yang “janggal sekalipun”, Asyiah ternyata ditakdirkan untuk menjadi istri Fir’aun dengan hikmah terbesarnya ia dipilih Allah Swt untuk menjadi “ibu asuh” Nabi Musa a.s. yang dipungutnya di sungai.

Cerita sejarah mungkin akan lain jika Asyiah tidak menjadi istri Fir’aun. Pasalnya, masa itu, semua bayi laki-laki dibunuh oleh rezim Fir’aun agar tidak muncul orang yang akan menghancurkan kekuasaan Fir’aun. Dengan izin Allah, ibunda Nabi Musa terpaksa dihanyutkan ke sungai sehingga calon nabi yang masih bayi itu ditemukan sekaligus diselamatkan oleh Asyiah.

SITI MARYAM

Siti Maryam memberi teladan pada sisi kesucian diri seorang wanita. Ia menjadi simbol wanita dalam ketaatan pada perintah Allah, ibadah, dan ketinggian darajat ketakwaan. Ia mengajarkan kepada setiap wanita, bahwa dengan menjaga kesucian atau kehormatan diri, seorang wanita akan diangkat tinggi-tinggi derajatnya oleh Allah Swt.

Berkat kesucian dan ketakwaannya, Maryam dipilih oleh Allah Swt untuk mengandung seorang bayi, calon nabi, tanpa harus bersuami. Allah Swt mengamanahkan langsung sang jabang bayi kepada rahim Maryam. Sinyal bagi kaum hawa, pemeliharaan kesucian dan ketakwaan akan dimuliakan oleh Allah Swt dengan mengangkat derajatnya.

SITI KHADIJAH

Siti Khadijah menjadi sosok teladan istri “mujahid dakwah” dalam menegakkan syi’ar Islam. Ia adalah istri setia yang tanpa mengenal lelah mendampingi suaminya, Nabi Muhammad, salam menegakkan panji-panji kebenaran Islam. Ia pun rela berkorban jiwa, raga, dan harta, juga rela menanggung berbagai risiko dan cobaan dalam menyebarkan risalah Islam yang diamanahkan pada sang suami tercinta (Rasulullah).

Khadijah memberikan sinyal, istri salehah selalu berada di belakang sang suami dalam menegakkan kebenaran, turut berkorban demi keberhasilan sebuah perjuangan di jalan Allah Swt. Ia menjadi teladan bagi kaum Muslimah dalam bersikap terhadap suami, khususnya dalam perjuangan sang suami.

SITI FATIMAH

Siti Fatimah menjadi teladan kaum Muslimah bagaimana sebagai seorang anak wanita bersikap kepada ayahnya dan seorang istri kepada sang suami. Ia adalah uswah (teladan) sebagai anak yang salehah, taat kepada bimbingan ayahanda, isteri setia dan taat kepada suaminya, serta ibu yang bijak di hadapan putra-putrinya. Wallahu a’lam.*

Teka-Teki Imam Al-Ghazali

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki )

Imam Ghazali = ‘ Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?

Murid 1 = ‘ Orang tua ‘

Murid 2 = ‘ Guru ‘

Murid 3 = ‘ Teman ‘

Murid 4 = ‘ Kaum kerabat ‘

Imam Ghazali = ‘ Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = ‘ Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?’

Murid 1 = ‘ Negeri Cina ‘

Murid 2 = ‘ Bulan ‘

Murid 3 = ‘ Matahari ‘

Murid 4 = ‘ Bintang-bintang ‘

Iman Ghazali = ‘ Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama’.

Iman Ghazali = ‘ Apa yang paling besar didunia ini ?’

Murid 1 = ‘ Gunung ‘

Murid 2 = ‘ Matahari ‘

Murid 3 = ‘ Bumi ‘

Imam Ghazali = ‘ Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.’

IMAM GHAZALI’ Apa yang paling berat didunia? ‘

Murid 1 = ‘ Baja ‘

Murid 2 = ‘ Besi ‘

Murid 3 = ‘ Gajah ‘

Imam Ghazali = ‘ Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.’

Imam Ghazali = ‘ Apa yang paling ringan di dunia ini ?’

Murid 1 = ‘ Kapas’

Murid 2 = ‘ Angin ‘

Murid 3 = ‘ Debu ‘

Murid 4 = ‘ Daun-daun’

Imam Ghazali = ‘ Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat ‘

Imam Ghazali = ‘ Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? ‘

Murid- Murid dengan serentak menjawab = ‘ Pedang ‘

Imam Ghazali = ‘ Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri ‘

10 Muwasafat Tarbiyyah-Imam Hassan Al Banna

1. Salimul Aqidah

Aqidah yang bersih (salimul aqidah) merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah Swt dan dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan- ketentuan-Nya.

Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semua bagi Allah Tuhan semesta alam’ (QS 6:162). Karena memiliki aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam da’wahnya kepada para sahabat di Makkah, Rasulullah Saw mengutamakan pembinaan aqidah, iman atau tauhid.

2. Shahihul Ibadah

Ibadah yang benar (shahihul ibadah) merupakan salah satu perintah Rasul Saw yang penting, dalam satu haditsnya; beliau menyatakan: ‘shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.’ Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul Saw yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

3. Matinul Khuluq

Akhlak yang kokoh (matinul khuluq) atau akhlak yang mulia merupakan sikap dan prilaku yang harus dimiliki oleh setkal muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat.

Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah Saw diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah di dalam Al- Qur’an, Allah berfirman yang artinya: ‘Dan sesungguhnya kamu benar- benar memiliki akhlak yang agung’ (QS 68:4).

4. Qowiyyul Jismi

Kekuatan jasmani (qowiyyul jismi) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya.

Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk yang penting, maka Rasulullah Saw bersabda yang artinya: ‘Mu’min yang kuat lebih aku cintai daripada mu’min yang lemah’ (HR. Muslim).

5. Mutsaqqoful Fikri

Intelek dalam berpikir (mutsaqqoful fikri) merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas) dan Al-Qur’an banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia antuk berpikir, misalnya firman Allah yang artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang, khamar dan judi.

Katakanlah: ‘pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.’ Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir (QS 2:219). Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.

Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatka pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu. Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang sebagaimana firman-Nya yang artinya: Katakanlah:samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran (QS 39:9).

6. Mujahadatun Linafsihi

Berjuang melawan hawa nafsu (mujahadatun linafsihi) merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim, karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan dan kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu.

Oleh karena itu hawa nafsu yang ada pada setkal diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam, Rasulullah Saw bersabda yang artinya: Tidak beragmana seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran islam) (HR. Hakim).

7. Harishun ‘ala Waqtihi

Pandai menjaga waktu (harishun ala waqtihi) merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu itu sendiri mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah Swt banyak bersumpah di dalam Al-Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan sebagainya. Allah Swt memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama setiap, Yakni 24 jam sehari semalam.

Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan:

‘Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu.’ Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi. Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk memanaj waktunya dengan baik, sehingga waktu dapat berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia.

Maka diantara yang disinggung oleh Nabi Saw adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.

8. Munazhzhamun fi Syu’unihi

Teratur dalam suatu urusan (munzhzhamun fi syuunihi) termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al-Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.

Dengan kata lain, suatu udusán dikerjakan secara profesional, sehingga apapun yang dikerjakannya, profesionalisme selalu mendapat perhatian darinya. Bersungguh-sungguh, bersemangat dan berkorban, adanya kontinyuitas dan berbasih ilmu pengetahuan merupakan diantara yang mendapat perhatian secara serius dalam menunaikan tugas-tugasnya.

9. Qodirun ‘alal Kasbi

Memiliki kemampuan usaha sendiri atau yang juga disebut dengan mandiri (qodirun alal kasbi) merupakan ciri lain yang harus ada pada seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi.

Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena itu pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya raya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah, dan mempersiapkan masa depan yang baik.

Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al-Qur’an maupun hadits dan hal itu memilik keutamaan yang sangat tinggi. Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik, agar dengan keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah Swt, karena rizki yang telah Allah sediakan harus diambil dan mengambilnya memerlukan skill atau ketrampilan.

10. Naafi’un Lighoirihi

Bermanfaat bagi orang lain (nafi’un lighoirihi) merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaannya karena bermanfaat besar.

Maka jangan sampai seorang muslim adanya tidak menggenapkan dan tidak adanya tirák mengganjilkan. Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berpikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dalam hal-hal tertentu sehingga jangan sampai seorang muslim itu tidak bisa mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.

Dalam kaitan inilah, Rasulullah saw bersabda yang artinya: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Qudhy dari Jabir). Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits, sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.

Alhamdulillah, Thanks you Allah

I asked for strength

And Allah gave me difficulties to make me strong

I asked for wisdom

And Allah gave me problem to solve

I asked for courage

And Allah gave me obstacle for overcome

I asked for love

And Allah gave me troubled people to help

I asked for Favor

And Allah gave me opportunities

May be i received  nothing i wanted

But i received everithing i needed

Do’a Qunut Syaikh Muhammad Almohaisany

Ya Allah Tuhan kami,seMua kebesaran dan pujian hanya milikMu

Ya Allah yang maha berkuasa atas segalanya yang maha besar dan maha tinggi

Kami memohon dari kebesaranMu dan kekuatanMu

Ya Allah berikanlah kemenangan kepada Mujahidin yang ikhlas di jalanMu

Ya Allah semoga Engkau senantiasa di sisi mereka, bersama mereka

Ya Allah, Engkau berilah kemenangan kepada mereka, berilah kekuatan kepada mereka

Ya Allah tuhan kami,satukan hati,pemikiran dan pandangan mereka

Ya Allah fokuskan bidikan senjata mereka, gabungkan kekuatan dan hujah-hujah mereka

Ya Allah, tetapkan hati dan pendirian mereka

Ya Allah,kuasai Musuh-Musuh mereka

Ya Allah,pecahkanlah kekuatan Musuh-Musuh Islam

Ya Allah lunturkanlah semangat dan moral mereka

Ya Allah lemahkan kekuatan mereka

YA Allah campakkan ketakutan yang amat sangat dalam hati mereka

YA Allah ya tuhan kami,nasib kami ditanganMu

Segala urusan kami serahkan kepadaMu

Ya Allah Engkau maha mengetahui keadaan kami dan apa yang terjadi,tiada satupun terlepas dari pengetahuanMu

Ya Allah,hanya kepadaMu kami mengadu kesengsaraan kami

Ya Allah , hanya kepadaMu kami mengadu,kesedihan kami, masalah kami

Hanya kepadaMu ya Allah

Hanya kepadaMu ,ya Allah,kami mengadu ketidakadilan dan kezaliman kaum yang menindas

Hanya kepadaMu ya Allah,kami mengadu kekejaman orang-orang yang jahil

Hanya kepadaMu ya Allah,kami mengadu akan penindasan dan penipuan dari agen penjajah

Hanya kepadaMu ya Allah,kami mengadu ketidakadilan dan kekejaman orang-orang pendendam nasrani

Ya Allah, zaman gelap penjajahan dan kezaliman telah berpanjangan

YA Allah, zaman gelap penjajahan dan kezaliman telah berpanjangan

Ya Allah, zaman gelap penjajahan dan kezaliman telah berpanjangan

Ya Allah, kebencian dan dendam kesumat,golongan yang tidak beriman kepadaMu sangat mendalam

Begitu juga dengan pembelot agama dan agen penjajah

Ya Allah

Ya Allah

Kirimkan bantuan pertolongan dariMu

Kirimkan bantuan pertolongan dariMu untuk menegakkan kebenaran

Agar dapat kami bangkit dari penghinaan ini

Agar dapat kami bangkit dari fitnah ini

Agar dapat kami musnahkan musuh-musuh Islam

Ya Allah

Ya Allah, tumpaskanlah segala unsur ketidakadilan dan penindasan

Ya Allah, tumpaskanlah segala unsur ketidakadilan dan penindasan

Ya Allah,arahkan kekuatanMu untuk memusnahkan kekuatan Amerika

Negara pusat kekufuran,pusat fasaad

Ya Allah, arahkan kekuatanMu,musnahkan Amerika,pusat kekufuran,pusat fasaad

Ya Allah,Engkau maha mengetahui keadaan mereka,yang menyebarkan segala fasaad di atas muka bumiMu

Ya Allah, mereka membunuh makhlukMu dan para hambaMu

Ya Allah,mereka menghina agamaMu

Ya Allah,Engkau maha berkuasa ke atas mereka,arahkan kekuatanMu memusnahkan mereka

Ya Allah,kekuatanMu memusnahkan mereka

Ya Allah,kirimkan ke atas mereka angin ribut kaum A’ad

Ya Allah, kirimkan ke atas mereka jeritan kaum thamud,

kirimkan ke atas mereka badai kaum Nuh

Ya Allah,kirimkan ke atas mereka balasanMu dari langit

Dan yang keluar dari bumi

Ya Allha, jadikan perpecahan dalam negara mereka

Ya Allah, jadikan mereka berpecah belah,lemahkan kekuatan para penjajah

Ya Allah, Ya Hayyu,Ya Qoyyum,yang maha Hidup, yang maha berdiri sendiri

Ya Allah, jadikan mereka berada di dalam genggaman para hambaMu

Ya Allah, jadikan mereka berada di dalam genggaman para hambaMu

Ya Allah, jadikan badai topan berterusan untuk mereka

Ya Allah, jadikan badai topan berterusan untuk mereka

Ya Allah, bebaskan saudara Islam kami yang di tawan

Ya Allah, bebaskan saudara Islam kami dan kuatkan mereka

Ya Allah,teguhkan iman mereka

Jadikan berbagai cara untuk membantu mereka

Ya Allah, tangani orang yang menyiksa mereka

Ya Allah, tangani orang yang menyiksa mereka

Ya Allah, tangani orang yang menyiksa mereka

Hapuskan cengkeraman mereka dengan keagungan dan kekuasaanMu

Ya Allah,jadikan rencana jahat musuh-musuh Islam sebagai penyebab kehancuran mereka

Dan berbalik kepada mereka

Ya Allah, Tuhan seru sekalian alam

Yang maha Hidup, yang maha berdiri sendiri

Yang memiliki kebesaran dan kemuliaan

Yang Maha mendengar Do’a,yang maha dekat,yang maha mengabulkan do’a

kepadaMu kami memohon,kami yakin akan janji-janjiMu dan penerimaanMu akan do’a-do’a kami dan kata-kataMu adalah benar semata Sesungguhnya Engaku telah berfirman

“Berdo’alah kepadaKu dan Aku perkenankan do’aMu”

Ya Allah, perkenankanlah semua do’a kami

Ya Allah,yang maha Hidup, yang maha berdiri sendiri

Yang maha perkasa,yang maha menguasai segala yang berada di langit dan di bumi

Ya Allah, selamatkanlah Al Aqsa dari kekejaman Yahudi

Ya Allah, selamatkanlah Al Aqsa dari kekejaman Yahudi

Bebaskan Al Aqsa dari cengkeraman setiap kafir yang dengki

Ya Allah, dapatkanlah kami melihat kebebasan Al Aqsa dan Musnahkan Yahudi pendengki

Tuhan yang memiliki kebesaran dan kemuliaan

 

Amin Ya Robbal ‘Alamin

 

 

 

 

 

Kriteria Orang Mukmin

Rasulullah SAW (Sayyid Al Mursalin/Insan Kamil/Sayyid Al Anbiyya/Sayyid Al Sadaat/Sayyid Al Kaunain/Az Zaki Al Amin/Sayyidu waladi Adnaan/Al Ru’ya Al Shaadiqah)  Bersabda :

Orang mukmin adalah

1. orang yang kamu lihat konsekuen dengan agamanya

2. tegas dalam kelembutan

3. iman dalam keyakinan

4. haus akan ilmu pengetahuan

5. bijaksana dalam kelemahlembutan

6. kasih sayang dalam kecintaan

7. melakukan istiqamah dalam kebaikan

8. sederhana dalam kekayaan

9. menghias diri dalam kesusahan

10. membebaskan diri dari rasa tamak

11. mencari rezeki yang halal

12. sungguh-sungguh dalam petunjuk (kebenaran)

13. menahan diri dari keinginan

14. kasih sayang terhadap orang susah

15. tidak berbuat dzalim terhadap orang yang membencinya

16. tidak mengkhianati orang yang mencintainya

17. tidak mengabaikan apa yang telah dititipkan kepadanya

18. tidak memiliki sifat iri

19. tidak mudah mencela

20. dikala susah selalu bersabar

21. dikala senang selalu bersyukur

Semoga kita semua selalu mendapatkan Rahmat dan Hidayah Allah dan selalu ditetapkan hati dalam Beriman dan Bertaqwa kepada-Nya … amin ya Robbal ‘Alamin

Tersenyumlah

Murah Senyum
Oleh : Abduh Zulfidar Akaha

“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah bagimu.” (HR. At-Tirmidzi)

Kita semua pernah tersenyum. Saat kita melemparkan senyum kepada saudara kita, dia pun membalas dengan senyuman. Dan ketika saudara kita tersenyum kepada kita, kita juga membalas senyumnya. Terasa damai hidup ini jika hari-hari terlalui dengan senyuman.

Tersenyum bukan hanya mudah dilakukan, namun ia juga mempunyai banyak manfaat. Dengan senyum, keakraban antarsesama bisa terjalin, beban yang berat terasa lebih ringan, dan kemarahan serta permusuhan pun bisa mencair. Seseorang juga lebih menarik dengan senyumannya. Bahkan, seseorang tampak lebih muda dengan senyum yang tersungging di bibirnya.

Seseorang yang murah senyum lagi berwajah ceria biasanya mudah bergaul dan mempunyai banyak kawan. Sebaliknya, orang yang selalu bermuka cemberut dan pasang tampang masam, cenderung sulit bergaul dan sedikit temannya. Senyum adalah sinyal persaudaraan dan keramahan.

Dari segi kesehatan, terbukti secara ilmiah bahwa senyum bisa menurunkan tekanan darah, meningkatkan imunitas tubuh, dan dapat menghilangkan stres. Tidak heran, jika Nabi SAW adalah orang yang sangat sehat, karena beliau adalah sosok yang murah senyum dalam interaksinya bersama keluarga dan para sahabat.

Jarir bin Abdillah RA berkata, “Sejak aku masuk Islam, Nabi SAW tidak pernah menghalangiku untuk menemuinya. Dan setiap kali berjumpa denganku, beliau selalu tersenyum padaku.” (HR. Al-Bukhari)

Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR. Muslim)

Jadi, tersenyum dan bermuka manis adalah Sunnah. Ia bukan sekadar suatu formalitas atau aktivitas kemanusiaan semata. Tersenyum adalah ibadah. Siapa yang melakukannya akan memperoleh pahala.

Sungguh ironis, jika ada orang yang tidak mau tersenyum kepada saudaranya karena menganggap dirinya berada di atas Sunnah, sementara saudaranya dianggap sebagai ahlu bid’ah yang tidak pantas mendapatkan senyumannya. Padahal di saat yang sama, dialah sesungguhnya yang telah meninggalkan Sunnah. Wallahu a’lam bish-shawab.

Sekelumit bacaan untuk akhwat

Bismillaahirrahmaanirraahiim.

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri…… (QS 4: 34)

Salah satu Risau Nabi adalah Kekhawatiran terhadap fitnah wanita sepeninggal Beliau. Dan memang sudah terbukti, asbab wanita yang tak faham agama, Dunia penuh dengan kemaksiatan. Wanita seenaknya melenggang tanpa hijab, tanpa malu, tanpa beban.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 33: 59)

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS 24:31)

Wanita tak faham, jika ia harus menjaga Hijab jika keluar rumah, agar terpelihara. Ada pula yang sudah faham, tapi belum ada kekuatan untuk mengamalkan.

Disinilah peran Orang Tua, Suami, Kakak Laki-laki dituntut.

Dalam Rumah tangga misalnya, Suami Hendaknya memahami bahwa tabiat asal wanita adalah kurang akal dan agamanya. Oleh karena itu, suami hendaknya berusaha menasihati istrinya setiap saat dengan bahasa yang lembut, bersabar ketika dia marah, dan berkata lembut ketika dia keras kepala.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

” Dan hendaklah engkau sekalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada para wanita. Sebab mereka itu diciptakan dari tulang rusuk dan tulang rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya berarti engkau mematahkannya dan jika engkua membiarkannya, ia tetap akan bengkok. Maka hendaklah kalian melaksanakan wasiatku untuk berbuat baik kepada wanita.” (Muttafaq Alaih)

Istri hendaknya diberitahu bahwa wanita dilarang keluar dengan berhias diri. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu …….. (QS 33:33)

Maksudnya, wanita dilarang berjalan bersama kaum pria yang bukan mahramnya, dilarang menanggalkan kerudungnya, dilarang memperlihatkan perhiasannya, anting gelang dll. (tafsir Ibnu Katsir 6/408)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Siapa saja kaum wanita yang memakai parfum, maka janganlah sholat Isya bersama kami.: (HR. Muslim 2/33)

Jika wanita yang memasuki Masjid bertujuan sholat berjamaah saja dilarang memakai parfum, maka bagaimana dengan wanita yang memakai Parfum ketika keluar rumah? Tentunya lebih dilarang.

Jika Istri telah dinasehati dengan lembut tetap saja pada pendiriannya yang salah, maka suami hendalnya menjauhi tempat tidurnya, dengan tidak mengusirnya dari rumah.

Jika dengan hukuman ini istri tetap melanggar, suami boleh memukulnya pada bagian selain wajah, dengan pukulan yang tidak menyakiti tubuhnya, pukulan sebesar telunjuk yang lebih kepada memukul mentalnya.

“…………..Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (pembangkangnya), maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (QS 4:34)

Jika juga dengan itu istri masih melanggar juga, maka suami boleh menceraikannya, dengan catatan jika kemashlahahnya lebih besar daripada mudhoratnya. InsyaALLAH akan diberi ALLAh ganti dengan yang lebih baik. Wallahua’lam bish-shawab.

Catt: Tulisan ini adalah untuk memperbaiki diri saya sendiri, semoga ALLAH datangkan manfaat darinya.

Mari saudariku, Kita wanita adalah Universitas terbesar pencetak generasi penerus. Kita wanita tiang Negara. Akan kita kokohkan bangsa ini, atau akan kita hancurkan bangsa ini, semua pilihan kita. Tapi perbuatan baik & buruk, semua dalam perhitungan ALLAH.

Bersama kita membangun Bangsa. bersama kita meraih Cinta ALLAH. InsyaALLAH.

Ittaqullah

Bila kau letih dan hilang semangat,

ALLAH tahu betapa kau telah mencoba sedaya-upaya ..

Bila tangisanmu berkepanjangan & hatimu penuh dengan kedukaan,

ALLAH telah mengira titisan air matamu..

Bila kau rasa ketinggalan & masa meninggalkanmu,

ALLAH setia di sisimu,

Bila kau telah mencoba segalanya tapi tidak menjadi tahu tujuan,

ALLAH ada jalan penyelesaiaannya,

Bila tidak ada yang berarti buatmu,keliru dan kecewa

ALLAH adalah jawabannya.

Cukuplah Allah