Teriakan hati !!!

Saat cinta ternoda karena penghianatan, sungguh rasanya sakit, ingin rasanya meminum racun, bunuh diri saat itu juga. Satu kali dihianati sungguh menyakitkan, tapi saat cinta memberi kesempatan untuk kedua kalinya dan tetap tak bisa mengendalikan emosi dan terjatuh kedua kalinya pada lubang yang sama, sungguh luka yang lama terkoyak lagi bak luka tersiram air garam. Sungguh menyakitkan rasanya, nyawa terasa menghilang saat itu juga.

Tak akan ada kata kesempatan kedua untuk sang penghianat. Yang ada hanya kesempatan untuk hati yang lain memenuhi relung jiwa ini. Sempat terfikir tak akan jatuh cinta lagi, bahkan tiap malam selalu berdo’a agar tak jatuh untuk kedua kalinya pada cinta yang semu. Tapi takdir berkata lain, kembali mengagumi ciptaanNya yang bernama Adam. Memang perlu waktu yang lama untuk mengobati luka yang lama, walau tak sembuh betul dan masih meninggalkan bekas, tapi tetap saja hati ini goyah saat rasa itu timbul lagi.

Terkadang aku benci kenapa harus mencinta lagi untuk kesekian kali, trauma yang dalam yang ada di hati kadang menggelayuti hati ini, membuat aku terlalu detail dalam memilih. Dan saat pilihanku tertuju padamu, bisakah kau hargai pilihan dan perasaanku ??? Jangan hanya statis dengan mulut yang bungkam seperti itu. Walaupun aku tahu jawabnya apa, tapi aku cuma ingin semuanya jelas!!!!

Saat ini hatiku berontak, jarak dan waktu yang memisahkan cinta ini membuatku tak kuat menahan pondasi ini, ombak yang telalu besar tak tahan ku atasi sendiri. Itulah benteng tertinggi yang harus ku naiki. Aku perlu kau saat ini !!!!

Di dalam hati ini, hanya satu nama yang ada di tulus hati, kesetiaan indah tak kan tertandingi dan aku tak mau jatuh kedua kalinya pada jurang penghianatan. Susah sekali mulutku untuk berucap permintaanku kepadamu karena rasa seganku ini. Aku hanya bisa tanamkan keyakinan dalam hati ini “meski seluruh hawa mencintaimu wahai sang adam, jika takdirmu adalah takdirku, maka kau tetap akan menjadi milikku.

Iklan

doaku untuk seorang pria

Ya Rabbi,

Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian dari hidupku. Seorang pria yang sungguh mencintaiMU lebih dari segala sesuatu.

Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau. Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMU.

Seorang pria yang mempunyai sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menauladani sifat-sifat AgungMu.

Seorang pria yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia. Seorang pria yang memiliki hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.

Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormati aku.Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah. Seorang pria yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.

Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi. Seorang pria yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika berada disebelahnya.

Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya. Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya.

Seorang pria yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya. Seorang pria yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta :

Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga. Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMU, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMU, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah SifatMU yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMU bukan dari luar diriku. Berilah aku tanganMU sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatanMU sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja. Berikan aku mulutMU yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMU dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakaan “Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kautentukan.

Kau yang menciptakan cinta Dan Kau jua yang menghampar bahagia Di ribaanMu terhimpun harapan Impian tulus setiap insan Kau yang mengutuskan duka Dan Engkaulah yang mengirimkan hampa Namun padaMu jua diadukan Merabahkan keresahan dan tangisan Aku tahu inilah kasihMu Aku tahu inilah cintaMu Dan ku tahu tiap yang terbaik untukku Tak semuanya yang ku mahu […]


Pertemuan

Pertemuan yang diinginkan seperti pertemuan dengan ikan,

semakin lama baunya akan semakin melekat

 

Pertemuan yang tidak diinginkan seperti pertemuan dengan mawar,

saat mekar di sukai, saat layu di tinggalkan

 

Pertemuan yang indah saat bertemu dengan sapu tangan,

menyeka air matamu saat kau menangis dan menyeka keringatmu saat kau berkeringat

Fenomena Gunung Es yang tak terlihat (maya)

Fenomena Gunung Es yang tak terlihat (maya)

Istilah pacaran (tidak sehat) yang digunakan

padahal hanya menutupi tindakan ————— yang terselubung

 

Jangan sampai seseorang

yang belum sah untuk hidup bersamamu

mencicipimu…

baik itu just a kiss or other

Jika sampai itu terjadi,

tak ada bedamu dengan P*l*c*r

bahkan lebih murah karena gratisaaaaaaaaaaaaan…

 

agak kasar memang, tapi this is a reality

syukur-syukur suatu saat akan menjadi sesuatu hubungan yang sah

jika tidak??????

 

Ya Allah jauhkan diri ini dan semua orang yang aku sayangi dari hal seperti itu…amin Ya Robbi

Mencintai apa adanya

Seorang pria dan kekasihnya menikah dgn acara pernikahan yg serba sederhana. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan, meski pesta walimahnya sungguh sederhana.

Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam jas hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai, mereka hanya bertemu 2x dan proses ta’arufnya hanya berjalan 3bulan.

Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, “Sayangku..ya abi,yaa akhi fillah, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.

“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..”

Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama.

Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Setelah pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya.

“Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman.

Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir. “Maaf abi.., apakah aku harus berhenti?” tanyanya.

“Oh tidak, lanjutkan..” jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia , “Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu “.

Dengan suara perlahan suaminya berkata, “Istriku..semoga Allah merahmatimu. Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku, dan engkau yg sudah dipilhkan Allah untukku. Allah tdk prnh salah menentukan jodoh hambNya. Maka tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang..”

Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya dirinya, Ia menunduk dan menangis. Cinta yg diukir diatas kasih sayang dan ridho Allah.

Pesan:
Cinta tak pernah memandang kekurangan orang yang kita sayangi dan kita cintai. Tp ia jg tdk buta dan tuli utk melihat kelebihan pasangan.

Cinta hanya akan membawa kebahagian dan saling berbagi untuk memahami kekurangan masing-masing, mencintai dengan apa adanya.

Cinta tak pernah menyakiti, yang sebenarnya adalah menambah kedewasaan dan cara berpikir kita untuk memandang hidup, sebagai kasih dan karunia Tuhan yang terbaik.

Jangan menangis karenanya

Suatu hari, seseorang yg sedang putus cinta menangis di taman….

Datang seseorang bertanya padanya, “mengapa kamu menangis..?”

Dijawabnya, “aku sangat sedih, kekasihku meninggalkan aku..!”

Orang itu tertawa sambil berkata, “Kamu bodoh sekali..”

Dijawabnya, “Kamu tak punya perasaan atau bagaimana??? Aku sedang putus cinta dan ini sudah cukup menyedihkan. Tak apalah kalau kamu tak membujukku, tp mengapa kamu tega menertawai ku juga…?!”

“Bodoh…! kamu tak perlu sedih, karna yg seharusnya sedih adalah dia!” kata org itu

“Kenapa dia yg bersedih, kan dia yg memutuskan aku???” jawabnya

“Karna kamu hanya kehilangan org yg TAK MENCINTAIMU, tetapi DIA KEHILANGAN ORANG YANG SANGAT MENCINTAINYA” JAWAB ORANG ITU itu♥ ♥ ♥

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan.Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah.Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.Semoga kalian beruntung menemukan orang seperti itu..

Renungan dari tulisan sahabat

Ketika kerja kita tidak dihargai,
maka kita sedang belajar tentang ketulusan.

Ketika usaha kita tidak dinilai,
maka kita sedang belajar tentang keihklasan.

Ketika hati kita terluka,
maka kita sedang belajar tentang memaafkan.

Ketika hati merasa lelah & kecewa,
maka kita sedang belajar tentang kesabaran.

Ketika kita merasa sepi & sendiri,
maka kita sedang belajar tentang ketangguhan.

Ketika kita sedang merasa letih hingga ingin berhenti,
maka kita sedang belajar tentang pengorbanan.

Ketika semua cobaan datang menyapa,
maka kita sedang belajar tentang untuk lebih bersyukur & mendekat pada-Nya.

Ketika Allah Memilihmu Untukku..

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..

Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi ‘kita’..

Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta’ala..

Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..

Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..

Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..

Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..

—–@***@—-

Dari Ummu Salamah, ia berkata, “Rasulullah S.A.W bersabda : “Seorang perempuan jika meninggal dan suaminya meridhoinya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Ahmad dan Thabrani)

****************

Mengadulah pada kekasihMu

Asslamu’alaikum.warohmatullahi ta’ala wabarokatuh…
Sahabatku rahimakumullah…

Ujian apakah gerangan yang sedang melanda dirimu

kini?.

Yang kau balut dengan senyuman?.

Dan jika sudah tak kuasa menahan…

Kau tumpahkan pada orang-orang yang terpercaya…

Ataupun lewat sarana dan media…

Sahabatku…

Yang Menciptakan kita berkata:

“I’lamuu annamal hayaa tuddun-yaa la ‘ibun”.

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu

hanyalah suatu permainan. (QS. Al Hadiid 57:20)

Kita ini sesungguhnya sedang bermain dalam sebuah

panggung kehidupan yang diciptakan_Nya.

Dengan berbagai peran, keadaan dan penjiwaan…

“Wa annahuu huwa adhaka wa abkaa”.

Dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa

dan menangis”.

(QS. An Najm 53:43)

Adegan apa yang sedang engkau perankan wahai

sahabatku???

Seorang yang kaya…ataukah miskin?.

(“Kaya Jiwa ataukah harta?”. “Miskin harta ataukah

bathin?”)

Seorang insan yang penuh duka…ataukah seorang hamba

yang senantiasa ceria dan bahagia?.

Suatu ketika peran yang kau mainkan akan memaksamu

untuk menangis…

Dan lain ketika memaksamu untuk tertawa…

Duniapun penuh warna dan langitpun terpesona…!!!

Masya Allah…Itulah Kuasa_Nya Allah…

(Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaa ha ilallah,

wallaahu Akbar…)

Karena itu sahabatku…

Bermainlah dengan penuh rasa cinta dan kesabaran.

Niscahya engkau ta’kan sulit melakukannya.

Ikuti petunjuk pengarah adeganmu.(Rasul Allah Saw)

Agar Sang Penulis Skenario Cerita (Allah Swt) merasa

senang.

Karena engkau mampu memainkannya dengan baik.

Ingat!!!

Jangan mau terperdaya…

Karena sungguh!!!

Setiap adegan yang kau lakukan akan senantiasa

dinilai.

Dengan cermat dan penuh pehitungan !!!

Aduhai gerangan.

Kini kau sulit memainkannya.

Adegan itu semakin hari semakin berat saja…

Terlalu payah dan melelahkan…

Begitu banyak menguras energi dan fikiran.

Rasamupun tak karu-karuan!

Tanpa disadari engkaupun bergumam, “Aku tak bisa…!”

Yach…begitulah kita manusia…!!!

Duhai yang dilanda duka.

Laa tahzan walaa takhaaf.

Janganlah sedih dan janganlah takut.

Sang Penulis Skenario berbisik lembut pada Qalbumu.:

“Maa wadda ‘aka rabbuka wamaa qalaa”.

Tuhanmu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci

kepadamu”.

(QS. Ad Dhuha 93:3)

“Asaabakum ghamman-bighammin-likailaa tahzanuu ‘alaa

maa faa takum walaa maa a shaa bakum”.

Allah menimpakan padamu kesedihan atas kesedihan,

supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang

luput daripada kamu dan terhadap apa yang menimpa

kamu. (QS. Ali Imran 3:153)

Dekati Dia.

Bukankah dengan Sifat Maha Penyayang_Nya engkau sebut

Dia Yang Tersayang?!…

Bukankah dengan Sifat Maha Pengasih_Nya engkau sebut

Dia Sang Kekasih?!…

Mengadulah Pada Kekasihmu…!!!

Dia akan menguatkan jiwamu, menentramkan Qalbumu.

Dia sebaik-baik penolong…Sebaik-baik pelindung…

Percayakan semua pada_Nya.

Karena dalam Cinta ada kepercayaan!!!

O.O.O.Ini bukan saat yang tepat untukmu sahabatku.

Lihat di kanan dan kirimu.!

Hiruk pikuknya mebuatmu sulit untuk berkonsentrasi.

“Inna laka finnahaa ri sabhan-thawiilaa”.

Sesungguhnya bagimu pada siang hari mempunyai urusan

yang banyak”.

(QS. Al Muzzammil 73:7)

Karena itu menyepilah.

Ucapkan pada_Nya.

“Yaa Habibi.Wahai Kekasihku.Aku ingin mengadu

pada_Mu!”

Dengan kelembutan_Nya Ia berfirman:

“Qumil laila”.

Bangunlah untuk shalat di malam hari. (QS. Al

Muzzammil 73:2)

Nisfahuu awin-qush minhu qaliilaa”.

(Yaitu) seperduanya atau kurang dari padanya sedikit.

(QS. Al Muzzammil 73:3)

“Au zid ‘alaihi”.

Atau lebih atasnya. (QS. Al Muzzammil 73:4)

Shalatlah dengan penuh rasa cinta dan kerinduan.

Itu akan membuatmu khusyu’…

Kemudian…

Tumpahkanlah segala apa yang menyesakkan dadamu.

Adukan semua pada_Nya…

Dengan ungkapan pilu…ataupun diiringi tangisan yang

lembut…

Kerena sesungguhnya…

Dia adalah Sebaik-Baik Pendengar.

Dan Berdo’alah…

Dengan penuh harap, rendah diri, dan suara

perlahan…seperti do’a yang diajarkan_Nya:

“Rabbi adkhilnii mudkhala sidqin-wa akhrijnii mukhraja

sidqin-waj ‘al lii min-ladunka sulthaanan nashiraa”.

Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar

dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar,

dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan

yang menolong. (QS. Al Israa 17:80)

“Jaa al haqqu wazahaqal baa thilu, innalbaa thila

kaana zahuu qaa”.

Telah datang yang benar dan telah lenyap yang bathil.

Sesungguhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti

lenyap. (QS. Al Israa 17:81)

Ataupun do’a-do’a lain yang menjadi keinginan…

Hantarkan ia dengan bahasa yang mudah bagimu…dan

Jangan pernah merasa sungkan…

Sabda Rasullullah Saw:

‘Sesungguhnya Roobmu itu pemalu lagi pemurah, merasa

malu apabila tidak mengabulkan do’a kepada hamba_Nya

yang mengangkat kedua tangannya untuk berdo’a lalu

dikembalikan kosong.

Selanjutnya…

“Faqra uu maa tayassara minal qur aan”.

Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Qur’an. (QS. Al

Muzzammil 73:20)

“Warattilil qur aana tartiilaa”.

Dan Bacalah Qur’an itu secara perlahan-lahan. (QS. Al

Muzzammil 73:4)

Untuk apa Ia menyuruhmu membaca Surat Cinta_Nya

(Qur’an) wahai sahabatku?…

“Nu nazzilu minal qur aani maa huwa syifaa

un-warahmatun-lilmu’miniin”.

Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi

penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS.

Al Israa 17:82)

Nah.bagaimana keadaanmu sekarang?…

Terasa ringan bukan?

Insya Allah.

Dan saat-saat yang indah bersama_Nya ini tak’kan

pernah kau lupakan.

Dimana engkau akan senantiasa rindu dan ingin s’lalu

menjumpai_Nya.

Jika tak’bertemu sehari saja.

Ada sesuatu yang hilang.

Iapun semakin sayang dan semakin cinta padamu.

Masya Allah.

Tetapi sahabat.

Tahukah dirimu kenyataan yang sebenarnya?…

Sesungguhnya Sang Kekasih itu senantiasa ada

bersamamu.

Tak pernah jauh.

Dia begitu dekat.sangat dekat.

Mampukah engkau menangkap keberadaan_Nya?…

(QS. Al Baqarah 2:186), (QS. Qaaf 50:16), (QS. Al

Baqarah 2:115), (QS. Al Hadiid 57:4)

Dia ada di sini.

Melihat aku menulis untukmu.

Dan melihatmu.

Yang kini sedang meresapinya.

Karena ini juga adalah suatu adegan.

Bagaimana dengan adegan selanjutnya?.

Dengarkan bisik Qalbumu.

Dan engkaupun akan tahu jawabannya.!

“Waminal laili fatahajjad bihii naa filatan-lah, ‘asaa

an-yab ‘asaka rabbuka maqaa man-mahmuudaa(n)”.

Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu

sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan

Tuhanmu mengangkat kamu ketempat yang terpuji. (QS. Al

Israa’ 17:79)

“Inna naa syiatal laili hiya asyaddu wath an-wa aqwamu

qiilaa”.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih

menguatkan (jiwa) dan bacaan di waktu itu lebih

berkesan. (QS. Al Muzzammil 73:6)

“Nazzalahuu ruuhul qudusi min-rabbika bil haqqi

liyusabbital laziina aamanuu wahudan-wabusyraa lil

muslimiin”.

Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Qur’an itu dari

Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan hati

orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk

serta khabar gembira bagi orang-orang yang berserah

diri (Kepada Allah Swt). (QS. An Nahl 16:102)

Wabillaahi taufiq walhidayah

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

oleh :

-‘Avizhatuz AzZhara Lail

My idol teacher when i was in senior high school…

I have many idol teachers, but i have the best idol teacher,she is mrs.Endang. She teaches chemistry,she teach her students very slowly. So her student understand her learn.If her students didn’t understand her lesson. She was repeatedly to teach us. I Think, she is not only the best teacher, but she also the best mother for her children. She often tell me about her way to learn her children to become the best student. And she always make me amazed. She is very attention with healthy. She often tell me about the good healthy. So that i said that she is the best mother. Mrs.Endang always come to my class to teach us on time. She seldom come late. Moreover she never come late and seldom absent. She is very respect the time. Mrs. Endang said to us that in the world clever and stupid was never to have. But diligent and lazy was to have. So if i want to become the clever student, i was diligent to study about anything provide that usefull to our life. So clever student and stupid student was never to have. But the diligent student or lazy student was to have.

Karya saat masih sekola d suruh guru bikin karangan…he, lumayan…^_^

« Older entries