“Syifa Takabbur,,!! Maafkan Hambamu ya Allah”

Syifa,,, begitulah semua orang memanggilnya,,,.sesuai dengan nama panggilannya yang bermakna “obat yang bisa menyembuhkan”,, ia ingin sekali menjadi seorang dokter muslimah yang bisa membantu saudara-saudaranya hamba Allah dan umat Rasulallah sebagai perantara untuk menyembuhkan orang-orang yang menderita suatu penyakit…

Dr.Syifa,,,,, ia ingin sekali dipanggil seperti itu, benaknya penuh dengan lamunan tentang bagaimana seandainya ia menjadi seorang dokter, melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis dan terapi serta konseling kepada pasien-pasiennya nanti..”Wah, pasti rasanya akan bahagia sekali seandainya aku bisa cepat menyelesaikan semua ini,” timpalnya dalam hati…

Sekarang, ia memang masih dalam tahap perkuliahan di suatu Fakultas Kedokteran di Yogyakarta, ia mahasiswi semester 6 Fakultas Kedokteran jurusan pendidikan dokter di Yogyakarta,,.sebelum menjadi seorang dokter, memang ada beberapa tahap yang harus ia lalui. Tahap pertama .. ia harus menjalani kuliah sebanyak 7 semester atau 3,5 tahun, tahap kedua ia harus menjalani tahap penyesuaian praktek ketrampilan di Rumah Sakit yang biasa disebut Klerek atau Panum selama 3-6 bulan. Tahap ketiga ia harus menjalani sebagai dokter muda KoAs,,wah,,, ini nih yang berat,,,”tapi sabar..Allah pasti membantumu”,,bisiknya dalam hati.

Yah begitulah yang harus ia jalani selama pendidikan. Karena begitu semangatnya ingin cepat menjadi seorang dokter, dan begitu ingin sekali melihat orang tuanya bahagia menyaksikan ia memakai toga saat wisuda dan sumpah dokter, kayaknya ia harus tancap gas. “Aku harus lulus dengan nilai terbaik, aku harus lulus tepat waktu “on time”, aku harus cepat jadi dokter, aku harus cepat jadi dokter”, dalam benaknya.

Astagfirullah..Tapi dia lupa, dia lupa pada-Mu ya Allah, semua yang ada di dunia ini engkaulah yang mengatur, Engkau yang maha Kuasa di atas segalanya..Ia,Begitulah,, meskipun selama ini ia menjalankan perintah-Nya, ia shalat 5 waktu, ia puasa, ia menjalankan kewajibannya menuntut ilmu, tapi ia lupa akan Qadha dan Qadhar-Mu.

Sakit..Syifa sakit..Ya..Syifa sakit…

Saat Syifa menjalani kuliah semster 3, ia merasa badannya cepat lelah, jantungnya sering berdebar, ketika ia melakukan beban berat, ia sering sesak nafas, dan wajahnya pucat. Syifa langsung memeriksakan diri ke dokter, dan ternyata saat dokter meminta pemeriksaan laboratorium darah, Syifa mengalami pansitopeni yang ditandai dengan menurunnya jumlah semua komponen darah, salah satunya adalah Hb darahnya 7 gr yang normalnya adalah 11-14 gr. Dari hasil pemeriksaan lab tersebut, dokter memvonis Syifa dengan sakit kelainan darah.

Saat dia tahu menderita suatu penyakit kelainan darah, dia tetap saja menjalani kuliah, dia bertindak seolah masa bodoh terhadap penyakitnya, pokoknya dalam benaknya, ia ingin cepat jadi dokter, tapi apa yang terjadi, Syifa justru tambah tepar, sakitnya tambah parah,,.Padahal kelelahan adalah salah satu penyebab menurunnya komponen darahnya…

Kedua orang tuanya sangat sedih dengan keadaannya, mereka mengupayakan kesembuhan buatnya dengan berobat ke luar negri, tepatnya ke Singapura…Orang tua Syifa memang orang yang berada, sehingga mereka bisa memberikan pengobatan yang maksimal buatnya, Syifa pun mengambil cuti untuk berobat . Selama 1 semester tersebut, Syifa syok karena sudah barang tentu dia tidak bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu.

Tapi syukurlah, batinnya cepat mencair,,”Syifa, semua ini teguran buatmu, kita boleh berharap, tapi Allah yang menentukan,” bisiknya dalam hati, Syifa mencoba menenangkan fikirannya. Dan sejak Syifa sakit,,ia banyak sekali mengambil hikmah dari sakit yang ia derita tersebut,,lulus tepat waktu, nilai terbaik bukan jaminan buat Syifa bakal menjadi bibit dokter muslimah yang baik, ia harus menata hatinya kembali, menuju petunjuk-Nya, menuju jalan-Nya.

Setelah 6 bulan menjalani pengobatan,, Alhamdulillah,, Sakit yang di derita Syifa sembuh, Dokter mengatakan padanya,” Syifa, this is a good moment for me to say that you are succes healed your illness,”begitulah yang dikatakan dokter Singapura itu padanya.”Syukron Katsir ya Allah,”Hatinya berkata.

” Allah sudah punya rencana buat kita, kita tinggal menjalani sebaik mungkin, belajar wajib, tapi harus tahu batasnya, nilai tertinggi boleh, tapi tanyakan pada hatimu apakah dengan nilai terbaik membuatmu lepas dari kesombonganmu? Allah sangat tidak suka pada orang yang Takabbur Syifa,” Tukas mama Syifa mengingatkannya.

“Terima Kasih mama, dari sekarang, Syifa akan mencoba melakukan sesuatu tanpa beban, Syifa menuntut ilmu karena Allah, bukan karena ingin jadi dokter, bukan karena ingin dapat nilai terbaik, dan bukan juga karena ingin lulus tepat waktu, tapi semua itu akan menyusul seandainya semua yang Syifa lakukan Ikhlas karena Allah,” kata Syifa kepada mamanya.

Semester 4, semester 5 dan sekarang semester 6, sudah 1,5 tahun Syifa kembali menjalani kuliah setelah sakitnya. “Semuanya telah berlalu dan aku bisa hidup seperti biasa, semua itu karena Allah. Terima kasih ya Rabb”…hatinya berujar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: