Muallaf VS Murtad

Aku nggak tahu mau cerita dari mana. Kemarin, saat di tempat makan lbu astari, warung makan langgananku waktu SMA dulu, entah kenapa pada hari itu aku ingin mencicipi makanan bu Astari lagi. Tak disangka, aku bertemu dengan teman lama ku, Namanya Wardhatul Jannah. Sungguh nama yang indah bukan. “Kebun Surga”, itulah arti dari nama temanku itu. Sangat jauh berbeda dengan namaku “Florentina”, “ah tapi itu dulu, sekarang sudah beda”,bisikku dalam hati.

Pada saat itu aku ingin sekali bersilaturrahmi dengannya, namun Sayang, saat itu temanku sudah mau beranjak pergi dari tempat makan itu, aku sempat memanggilnya dengan nama Wardha sesuai nama panggilannya waktu kami SMA dulu, namun dia tampaknya tidak mendengar sapaanku, nampaknya dia terburu-buru sekali saat itu. Rasa-rasanya ada yang aneh dari penampilannya sekarang,kenapa dia bersama….. tapi sudahlah, mungkin lain kali aku bisa bertemu lagi dengannya.

Setahun telah berlalu, Aku teringat masa-masa lalu bersama Wardhatul Jannah, dia yang membuatku seperti sekarang ini, Islam, Jilbab dan Al-Qur’an. Wardhatul Jannah, sosok solehah yang bisa membuatku sadar akan aqidahku. Sayang aku tidak pernah bertemu lagi setelah pertemuan di tempat  makan bu astari itu karena sejak lulus dari SMA kami berpisah, dia melanjutkan kuliah ke Jakarta dan aku memilih tetap di daerah dan melanjutkan kuliah di IAIN Antasari Banjarmasin.

Assalamu’alaikum….Bel rumahku tiba-tiba berbunyi,,aku langsung keluar rumah dan Astagfirulloh…Wardha…ternyata Wardha yang datang ke rumahku, saat itu dia membawa kartu undangan pernikahan yang akan dilaksanakan minggu depan. Kartu undangan itu langsung ku taruh di atas meja, aku langsung memeluk wardha dan bertanya bagaimana keadaannya sekarang, namun dia hanya diam. Aku langsung mempersilahkan dia masuk.

Lebih kaget lagi saat dia bilang dia akan menikah dengan Yosef, teman satu gerejaku dulu, aku hanya bisa husnuzhon dan berkata “Alhamdulillah, kamu memang orang yang baik wardha, kali ini kamu mengislamkan satu orang lagi, sungguh hal yang mulia wardha”.”tapi dimana penutup rambutmu sekarang?” Aku kembali berkata dan kata-kata itu dengan tegas ku ucapkan.

Lagi-lagi wardha Cuma diam dan tiba-tiba dia mengucapkan kata yang sangat membuatku kaget, “semoga kamu bisa datang ke acara pernikahanku Syarifa, kita sekarang sudah berbeda, dan kau sungguh sangat berbeda, begitu juga denganku, kita jalan masing-masing, sesuai keyakinan kita, jangan kau hiraukan aku, karena aku bukan wardha yang dulu, namaku  Josefin, nama yang sama dengan suamiku, orang yang aku sayangi, aku sangat mencintai Yosef, apapun akan ku lakukan untuk orang yang aku cintai”.

Setelah mengucapkan hal itu, Wardha,bukan tapi Josefin, ia langsung pamit dan mengambil undangan yang ku taruh di atas meja tadi dan meletakkannya di tanganku. Setelah dia pulang, aku membaca kartu undangan acara pernikahannya yang ternyata bertempat di gereja Bethlehem…

Sungguh ku tak menyangka, Wardhatul Jannah, sosok yang ku kenal sebagai wanita yang solehah dan bisa membuatku yakin akan ke Esaan Allah, berubah menjadi Josefin,wanita tanpa jilbab penutup aurat, penganut khatolik yang rela mengorbankan agamanya untuk sosok Yosef yang dicintainya melebihi cintanya kepada Tuhannya..

3 Komentar

  1. abu akbar said,

    Agustus 31, 2010 pada 8:17 am

    setiap orang, bisa berubah.., Allah akan tetap Allah, maha pengasih, penyayang.., penerima taubat.., kembalilah. pada Nya…,

  2. Lanormank said,

    Agustus 20, 2012 pada 3:31 am

    sungguh kisah yg luar biasa,satu pertanyaan menarik,Sanggupkah kita mempertahankan keislaman kita???

  3. ansarh said,

    Desember 20, 2012 pada 9:22 am

    Di negeri ini, banyak wanita yg tadinya muslimah, murtad demi cintanya kepada pria non muslim. Itu akbat dr lemahnya aqidah dan termakan tipu daya iblis….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: